Kamis, 06 November 2014

Konsumsi oh konsumsi

kali ini saya akan menceritakan tentang "Konsumsi Bikin Ribut"
kita tahu kalau makanan adalah kebutuhan paling utama. tanpa makan berarti mati? setuju? yaa kalau menurut saya seperti itu, kalau kita makan setidaknya kita bisa menghembuskan karbondioksida, tapi kalau tak makan belum tentu kita bisa menghirup oksigen lagi. haha just kidding..:)
ngomong-ngomong hari ini adalah hari kamis. saat ini saya sedang melaksanakan kegiatan praktik di pemukiman orang lain. jauh dari kehidupan seperti biasanya, yang setiap hari kebutuhan selalu bisa dipenuhi, mau mandi tinggal mandi, mau makan tinggal beli, mau main banyak tempat tongkrongan dan lain-lain, pokonya saya seperti berada dikehidupan yang baru.
di pemukiman ini saya tinggal di sebuah rumah yang katanya sudah kosong selama dua tahun, dan memiliki sejarah yang kelam. disini saya tinggal bersama-sama teman lainnya, bukan sahabat, hanya teman, tidak dekat pula, ah ya sudahlah. disini kami (saya dan teman satu rumah) hidup selama tiga minggu kedepan bersama-sama. nonton bareng, duduk bareng, makan bareng, tidur bareng dan yang lainnya. tidak termasuk mandi ya, kalau masalah yang itu kami masih normal, kami juga masih menghargai dan menghormati teman kami yang perempuan. pokonya kita semua hidup bareng dirumah ini.
hari ini ada satu hal yang membuat suasana tegang di praktik ini, sebenarnya masalahnya simpel, sama sekali tidak rumit, tapi memang manusia memang suka memperpanjang masalah, jadilah masalah ini rumit sekali. kalian tahu masalah apa? ya sesuai judulnya, masalah ini berawal dari konsumsi atau jatah makanan yang katanya tidak pas. memang dari dulu saya sering bilang, kalau masalah konsumsi itu sensitif , mirip dengan uang. masalah utamanya, sepele hanya pada makanan yang sudah disediakan.  mereka bilang makanan ini tidak cocok dengan saya, saya gak mau makan. hei. itu mubadzir kawan, saya tidak tahu kenapa makanan yang segininya sampai tidak dimakan? ini sangat menjengkelkan, kalau saya boleh bilang, anda-anda semua yang mengatakan itu adalah orang yang OLO-OLO, manja banget sih kalian, kenapa anda-anda ini tidak bersyukur dengan makanan ini. lihat diluar sana masih banyak orang-orang yang tidak bisa makan, jangankan memilih makanan, ada makanan pun mereka belum tentu ada. Ayolah saudaraku yang baik yang cantik, ganteng beerhentilah dari omong kosong ini. ada sangat beruntung ketika mendapatkan makanan itu. pikirkanlah, renungkanlah semuanya. apa susahnya makan?

kau tahu jika anda-anda dan semua yang kenal dengan saya membaca tulisan ini, tolong berpikirlah. saya hanya mengemukakan pendapat. kalau saya salah maafkanlah saya. pendapat ini saya ciptakan menurut hati dan pikiran saya yang merespon keadaan disini, saya ucapkan terimakasih jika anda baca dari awal sampai akhir. maaf juga jika tulisan saya acak-acakan. saya masih belajar menulis, akhir kata wassalamualaikum :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KELAHIRAN GAVIN

Sudah lama sekali tidak menulis, padahal banyak momen yang menarik yang seharusnya tertulis tetapi berlalu begitu saja. Saking lamanya tidak...